Saturday, 5 July 2014

Ayam Sisit (Balinese Shredded Chicken)



Banyak versi resep ayam sisit tapi resep yang ini adalah resep Ibu Putu yang sedikit saya modifikasi. 

Ini adalah salah satu hidangan prasmanan yang dihidangkan sewaktu kami berkunjung ke Sei Liput, perbatasan Aceh dan Sumatera Utara (jauh dari Bali). Ini juga pertama kalinya saya merasakan ayam sisit.  Rasa pedas, terasi, jeruk purut dan sereh cocok sekali di lidah. 

Bagus dihidangkan sebagai salah satu hidangan di acara pesta (sebagai pilihan hidangan ayam, karena biasanya ada menu daging sapi dan ikan) arisan maupun selamatan karena membuatnya relatif mudah, cepat, lezat lagi pula mudah dimakan dengan sendok dan garpu karena sudah tidak ada tulang. Enak juga dimakan langsung begitu saja dengan nasi hangat tanpa lauk lainnya.

There are quite a few different ways of making this Baliness shredded chicken, but this particular one is Ibu Putu's that I have slightly modified. 

This was one of many dishes we had for dinner when we visited Sei Liput, the border of Aceh and North Sumatera (far away from Bali). That was my first time having this dish. The aroma of shrimp paste, kaffir lime leaves, lemon grass and of course chilli hot, just right for my taste.

This dish is suitable to serve in Indonesian style big party as part of many dishes (in most party menu we always include chicken, beef and fish dishes)  it is simple to make, tasty and easy to eat with spoon and fork because no bones and well shredded. Also very good to eat just as it is with hot steamed rice.

Bahan - Bahan / Ingredients

500 gr chicken breast
500 gr dada ayam

1 lime juice or to taste
1 jeruk nipis ambil airnya, atau pakai secukupnya

4 tbsp cooking oil
4 sdm minyak
Bumbu yang dihaluskan / Spice paste

8 - 10  shallots
8 - 10 bawang merah

4 cloves of garlic
4 siung bawang putih

5 - 7  red chilli
5 - 7 cabe merah

10 bird's eye chilli
10 cabe rawit merah

2 tsp shrimp paste or to taste
2 sdt terasi or secukupnya

1 stalk lemon grass, take the white part
1 batang sereh, ambil dalamnya

1 large tomato
1buah tomat besar

5 kaffir lime leaves
5 daun jeruk purut

3 cm fresh turmeric
3 cm kunyit

salt and pepper to taste
garam dan merica secukupnya


Cara membuat / Instructions


Bakar ayam sampai matang, dinginkan kemudian disuwir. Sisihkan

Char grill the chicken until well done, leave  cool then shred the chicken. Set aside

Tuangkan minyak panas ke dalam bumbu yang dihaluskan, aduk rata
Pour the hot oil onto the spice paste, mix well

Campur ayam suwir dengan bumbu, tambahkan jeruk nipis aduk dengan tangan atau sendok kayu sampai bumbu tercampur rata dengan ayam.
Mix the shredded chicken with the spice paste then add the lime juice, use your hand or wooden spoon to mix until the spice paste well incorporated with the chicken.

Siap untuk disajikan
Ready to serve.

Friday, 4 July 2014

Gule Telur Bebek (Curried Duck Eggs)



This is one simple Indonesian dish, that originated from West Sumatra. It is easy and fast to make, the ingredients are abundant and easy to find. In Medan you can always find this dish in Restaurant Padang or West Sumatra Style restaurant like Restaurant Garuda which are quite a few of them. I always go in Jalam S. Parman, my favourite.

We use a lot of duck eggs and I do love them. It takes longer to cook duck eggs compare to chicken, the texture is firmer and the yolk is denser, hence they are better for curry.

Masakan ini berasal dari Sumatra Barat atau sering kita sebut masakan Padang. Mudah dan cepat dimasak, bahannya mudah didapat dan banyak dipasar. Di Medan masakan ini selalu dihidangkan di Restauran Padang seperti Restauran Garuda ( ada banyak di Medan). Saya selalu pergi ke Jalan S Parman, favorit saya.

Kami banyak menggunakan telur bebek dan saya sangat menyukainya. Memasak telur bebek memerlukan waktu lebih lama dibanding telur ayam, teksturnya lebih kenyal dan kuning telurnya lebih padat, oleh karena itu lebih sesuai untuk dimasak gule.

Bahan - bahan / Ingredients

9 butir telur bebek, rebus, kupas
9 duck eggs, boiled and peeled

3 lembar daun salam
3 salam leaves

1 batang sereh, memarkan
1 lemon grass, bruised

5 lembar daun jeruk purut, buang tulang
5 kaffir lime leaves, shredded

Garam secukupnya
Salt to taste

minyak untuk menumis
oil for sautéing

500 ml santan sedang
500 ml medium coconut milk

Bumbu giling

10 bawang merah
10 shallots

3 biji cabe merah
3 red chilli

1 siung bawang putih
1 clove garlic

2 cm kunyit
2 cm fresh turmeric

2 cm jahe
2 cm fresh ginger

2 cm lengkuas
2 cm galangal

2 butir kemiri
2 candle nuts


Cara memasak  /  preparations

Rebus telur bebek sampai masak kira-kira 15 - 20 menit, kupas dan sisihkan
Boil the duck eggs for 15 - 20 minutes, peeled and set aside

Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, masukkan santan dan daun-daunan lainnya
Saute the paste until fragrant, add the coconut milk and the rest of the ingredients

Didihkan selama beberapa menit dengan api sedang
Bring to the boil for a few minutes on medium heat

Masukkan telur kupas, didihkan kembali kemudian kecilkan api dan lanjutkan memasak  selama 10-15 menit
agar bumbu meresap ke dalam telur. Siap untuk disajikan.
Put the eggs, bring back to boil then simmer and continue cooking for another 10 - 15 minutes, the eggs will absorb  all the flavour and spices. Ready to serve.

Thursday, 3 July 2014

Serundeng (Spiced Grated Coconut)


Serundeng adalah makan pelengkap yang banyak digunakan dalam masakan Indonesia. Enak dimakan hanya dengan nasi panas atau disajikan dengan pulut (ketan). Di Medan selalu menjadi pelengkap lontong, nasi lemak dan lain-lainnya sesuai selera.  Ada dua cara membuat serundeng, kelapa parut langsung dimasak dengan bumbu yang telah ditumis atau cara kedua dengan mengsangrai kelapa terlebih dahulu sampai kering baru dicampur dengan bumbu yang telah ditumis. 

Di Medan umumnya orang memasak dengan cara pertama. Orang akan membeli kelapa parut di pasar dengan meminta tukang kelapa untuk memilihkan kelapa muda dan memarut bagian putihnya saja, tidak sama dengan untuk kelapa santan. Sedangkan yang dibuat ibu saya adalah cara kedua. Kelapa  agak muda dibeli utuh, dikeluarkan dari cangkang kemudian dikupas kulit bagian luarnya sehingga kelihatan putih bersih. Kelapa diparut searah dengan serat sehingga menghasilkan parutan kelapa yang panjang dan halus (saya bawa parutan ini dari Malang, di Medan tidak ada atau tidak sama). Kemudian kelapa parut disangrai.

Walaupun dari segi rasa kedua cara ini tidak jauh berbeda karena menggunakan bumbu yang berbeda, tetapi tekstur dan tampilannya cukup berbeda. Cara kedua berwarna lebih kekuningan dan agak kering dibanding cara kedua. Tergantung selera anda. Jika ingin praktis tentunya cara pertama adalah pilihan anda, tapi cara kedua lebih bagus penampilannya.

Jika ditambah daging sapi (ada juga yang memakai daging ayam), hidangan ini disebut dendeng ragi, ada juga yang hanya menambah kacang kedele atau kacang putih goreng.

Jika tidak ada kelapa segar, sebagai ganti bisa digunakan desicated coconut (kelapa parut kering), walaupun rasanya tidak segurih kelapa segar.


Bumbu yang dihaluskan  / the paste

30 gr bawang merah
30 gr shallots

30 gr bawang putih
30 gr garlic

15 gr ketumbar
15 gr coriander seeds

2 sdm gula merah
2 tbsp palm sugar

2 sdm asam jawa
2 tbsp tamarind paste

Bahan-bahan lainnya / other ingredients

3 daun salam 
3 salam leaves

5 daun jeruk
5 kaffir lime leaves

2 cm lengkuas, memarkan
2 cm galangal, bruised

garam secukupnya
salt to taste

150 ml air
150 ml water

minyak goreng untuk menumis
oil for sautéing

400 gr kelapa muda parut panjang
400 gr young grated coconut.

Cara memasak  /  preparation

Sangrai kelapa parut dengan api kecil - sedang sampai kuning kecoklatan dan kering, aduk terus agar didapat warna yang rata (proses ini tidak perlu dilakukan jika ingin praktis)
Dry fry the grated coconut on low - medium heat until golden dan dry, keep stirring to achieve a uniform golden colour. (skip this process if you don't have the time)

Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, kemudian masukkan bahan-bahan lainnya. 
Saute the paste until fragrant, add the rest of the ingredients.

Biar mendidih selama beberapa menit kemudian masukkan kelapa, aduk rata sampai didapatkan kekeringan surundeng yang diinginkan (saya suka agak lembab, tidak terlalu kering)
Bring to a boil for a few minutes then add in the grated coconut, constantly stir until you get the right dryness (texture) you wanted (I like it medium dry)

Rendang Daging Vegetarian / Mock Meat Rendang


A couple weeks ago, I had vegetarian family come for dinner. Having spent few years in Medan our Indian family friends love Indonesian food. Amongst other Indonesian vegetarian food we made this famous rendang, except the meat is mock meat. I know they never had meat before and the taste is and flavour no where near real beef, but I the texture just perfect. Mock meat has its own taste and it is quite pleasant, specially after being slow cooked and marinated in rendang spices, it is very good. They did enjoy the vegetarian rendang. 

Vegetarian fish and meat come in different shape and taste, trying to imitate the real thing. This is suitable for people who just changed the life style into vegetarian for health reason or environmental. The main ingredients of this mock meat is soy protein and mushroom, while others are made of gluten.

In Medan you can find this vegetarian fish or meat in Berastagi Supermarket  in frozen counter.

Though I am not a vegetarian, I do enjoy vegetarian food. There are few vegetarian restaurants in Medan and our favourite:  Rasa Medan in Jl. Air Langga, Love Hut in Jalan Mataram and Lucky King in Jalan Sumatra (only serve vegetarian buffet on certain day.)





Bahan - bahan / the ingredients

1 kg daging vegetarian
1 kg mock meat

4 lembar daun salam
4 salam leaves

1 batang daun sereh
1 stalk lemon grass, bruised

7 daun jeruk purut, rajang atau utuh
7 kaffir lime leaves, shredded or whole

4 cm lengkuas, memarkan
4 cm galangal, bruised

2 L  santan dari 2 kelapa
2 L coconut milk from 2 coconut or (1 tin thick coconut milk mix with water to make 2 L)

50 gr kelapa parut, sangrai dan giling halus
50 gr grated coconut, dry fry and finely ground

Minyak untuk menumis
oil for sautéing 

Bumbu gililing / the paste

5 cabe kering besar
5 large dried chilli

5 cabe merah
5 cabe merah

15 bawang merah
15 shallots 

3 bawang putih
3 cloves garlic

4 kemiri
4 candle nuts

4 cm jahe
4 cm fresh ginger

4 cm lengkuas
4 cm galangal

2 sdm ketumbar
2 tbsp corriander seeds

1 sdt jintan
1 tsp cumin

1 batang sereh
1 stalk lemon grass

Cara memasak / preparations

Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum. Masukkan daun-daunan, sereh dan lengkuas yang dimemarkan
Saute the paste until fragrant. Put the leaves, lemon grass and bruised galangal,

Masukkan santan dan didihkan. Masak lagi sampai beberapa menit, sekali-sekali diaduk.
Add the coconut milk in, bring it to the boil. Continue cooking for few minutes and stir occasionally

Sekarang masukkan daging vegetarian, aduk dan didihkan kembali, kecilkan api dan masak sampai santan berkurang dan minyak mulai muncul.
Now add the mock meat, bring back to boil then simmer until the coconut milk is reduced and the oil start appears. 

Supaya rendang benar-benar enak sajikan keesokan harinya. Biarkan rendang dingin, kemudian simpan dalam kulkas, panaskan keesokan harinya atau kapan saja anda ingin menyajikannya.
For a better taste, serve the next day. Leave the rendang to cool, keep in the fridge and reheat the next day or when you are ready to consume.


Sunday, 22 June 2014

Ikan Asin Sibolga (Dried Fish with Torch Ginger Stir Fry)


Kalau anda menyukai ikan asin dan kincung (kecombrang) seperti saya, inilah adalah masakan sederhana yang mudah dibuat dan enak rasanya. Saya mendapat resep ini ketika Titin, teman kami yang pandai memasak…, menghidangkannya kepada kami ini. Seperti biasa saya meminta resepnya dan mencobanya sendiri. 
Enak sekali sebagai teman makan dengan nasi hangat dan juga saya coba juga dengan nasi goreng terasi…., yummm memang enak. Harum kincung ditambah sereh, ikan asin krispi dan gurih…., tidak perlu lauk lain lagi.

Most Indonesian love salted dried fish. North Sumatra specially, Sibolga produce one of the best kind of them. The famous Teri Medan (Medan baby dried anchovy) also produced there as well as many type that you can find in the market. Some are affordable and some are pricey. The split dried fish (ikan asin belah) is reasonable priced compared to others. 

My friend, Titin, served this dish for lunch the other day and soon become our favourite as most of us love salted dried fish plus of course the addition of aromatic torch ginger, makes the taste perfect. This is her recipe that I modified slightly. It is hot, salty and aromatic, if you like salted dried fish and torch ginger, you should try this.

Bahan-Bahan / Ingredients

200 gr ikan asin belah
200 gr split dried fish

2 kincung, rajang halus
2 torch ginger  bud, sliced

80 gr cabe merah, rajang miring
80 gr red chilli, sliced

80 gr bawang merah, rajang halus
80 gr shallots, sliced

2 siung bawang putih, rajang halus
2 garlic, sliced

1 sereh
1 lemon grass

1 sdt gula
1 tsp sugar

2 sdm  cuka
3 tbsp vinegar

Garam secukupnya
salt to taste

minyak untuk menumis dan menggoreng
oil for frying and stir fry

Cara membuat  /  Preparations

Potong-potong ikan asin belah, kemudian rendam sebentar untuk mengurangi rasa asin. Cuci kemudian tiriskan.
Cut the dried fish in pieces, soak for a short time to reduce the salt. Wash and drain

Goreng ikan asin sampai benar-benar kering, sisihkan
Deep fry the fish until dry and crispy, set aside

Tumis semua bumbu sampai kering atau setengah kering tergantung selera anda (terakhir gula dan cuka)
Saute all ingredients until half dry or dry according to your taste (sugar and vinegar is the last)

Campurkan ikan asin sewaktu akan dimakan, karena jika bumbu setengah kering, ikan asin akan menjadi liat.
Mix the fried fish with the spices only when you are ready to eat, as the fried fish will go soft  if the spices is not dry enough.

Tuesday, 17 June 2014

Saus Sambal / Sambal Lampung / Chilli Sauce


Saus sambal selalu enak dihidangkan sebagai teman atau pelengkap makanan ringan gurih (savoury) misalnya risol, kue keladi, uyen dllnya walau ada juga yang suka memakannya dengan pisang goreng jadi sebenarnya serba guna.

Di restoran KFC di Indonesia saus sambal atau disebut sambal lampung dapat diambil bebas sebagai teman makan ayam goreng yang krispi. Untuk take away atau delivery KFC menyertakan saus sambal dan saus tomat dalam kemasan sachet. Sedangkan di restoran Nelayan dan Jala-Jala di Medan disediakan sambal ini dalam wadah kecil sebagai teman makan dim sum, walau enak juga disiramakan ke mie goreng atau nasi gorengnya jika kurang pedas.

Banyak saus sambal beredar di pasaran dengan berbagai merek. Setiap membeli bahan makanan kemas siap saji, termasuk saus, selalu baca kandungan bahan-bahan di dalamnya. Tidak banyak saus sambal botolan yang tidak menggunakan bahan additive baik pengawet, penstabil maupun pewarna. Resep yang saya ini dibuat dengan bahan natural tanpa pewarna, pengemulsi maupun pengawet. 

Untuk mendapat warna merah yang bagus saya menggunakan cabe merah kering. Pada umumnya produsen menggunakan c.m.c food grade untuk pengemulsi supaya air tidak berpisah dengan bahan lain. Bahan ini saya coba subsitusi dengan menggunakan campurana tepung maizena dan tepung beras, walau tidak sesempurna cmc tapi sudah cukup baik, apalagi untuk konsumsi sendiri. Memasak dengan api kecil dan lama akan membuat warna menjadi merah dalam dan merupakan cara supaya saus sambal ini lebih awet, walaupun tidak seawet jika menggunakan pengawet.

Resep saya ini rasanya intens: asam, asin dan pedas, jika anda menginginkan rasa yang lebih mild, silahkan mengurangi jumlah bahan, dan jika terlalu kental tinggal mengurangi jumlah airnya. Semuanya bisa di - adjust sesuai selera anda. 
 
Bahan - Bahan  /  Ingredients

200 gr cabe merah
200 gr red chilli

10 gr cabe rawit
10 gr bird's eye chilli

100 gr bawang putih
100 gr garlic

200 gr tomat, kupas kulit
200 gr tomat, peeled

10 gr cabe merah kering, buang biji, rendam air panas
10 gr dried red chilli, deseeded, soaked in hot water

80 gr gula
80 gr sugar

70 ml kecap asin
70 ml light soy sauce

40 ml kecap ikan
40 ml fish sauce

Cara membuat  /  Preparations

250 ml air (+ air untuk memblender jika diperlukan)
250 ml water (+water for liquidising if necessary)

1 sdm tepung maizena
1 tbs corn starch

1 sdt tepung beras
1 tsp rice flour

Garam secukupnya
Salt to taste

Blender cabe merah, cabe kering, bawang putih dan tomat sampai halus (atau tergantung selera anda)
Puree the red chilli, dried chilli, garlic and tomato until smooth (or to your taste)

Larutkan tepung dengan air
Dissolve all the flour with water

Masukkan semua bahan ke dalam panci, didihkan kemudian masak dengan api kecil selama 20 menit, aduk sekali-sekali
Put all ingredient in a saucepan and bring to a boil then simmer for  20 minutes, stir occasionally

Sekarang sudah bisa digunakan atau dapat disimpan dalam kulkas. Semakin lama rasanya akan semakin dalam dan mantap.
It is now ready to serve, or keep in the fridge. The taste will developed and intensified over time.

Monday, 16 June 2014

Kue Ku / Kue Thok Labu Kuning/ Pumpkin Angku Kueh


Walaupun sudah dari dulu mengenal kue yang satu ini dan sangat menyukainya, hanya baru-baru ini saja mengerti apa artinya. 
Bagi masyarakat Cina, kue ku adalah kue yang secara tradisional dibuat untuk kelahiran anak dan ulang tahun. Biasanya berwarna merah, tapi sekarang ini warnanya bermacam-macam. Ada yang hijau karena dibuat dengan sari pandan, warna ungu karena dibuat dari ubi ungu. Saya membuatnya dengan labu kuning (saya pilih labu yang warna dagingnya oranye tua, memang harus dibelah belinya supaya tau warnanya), tentu saja warnanya kuning. Selain warna yang menarik tanpa bahan pewarna tambahan rasanya juga lebih enak dibanding yang dari ubi rambat (menurut saya).
Untuk resep isinya saya mengambil ( dengan sedikit modifikasi) dari blog kitchentigress, yang memberi penjelasan detail cara membuatnya. Hanya saja saya tambahi pandan sewaktu merebus kacang hijau nya untuk menambah aroma.  Yang pasti resep ini akan saya simpan karena tekstur, rasa dan aromanya memang spesial, bisa digunakan untuk macam-macam isi, misalnya onde-onde dan bak pau. 

Kue ini kadang-kadang disebut kue thok (di Jawa) karena sewaktu mengeluarkan kue dari cetakan harus dipukulkan ke permukaan yang keras dan berbunyi "thok". Kue ku  sudah merupakan jajan pasar yang selalu tersedia di toko kue tanpa menunggu ada perayaan. Kalau ada waktu cobalah resep anti gagal ini, mudah dan yang pasti lebih enak dari pada membeli.

Kacang hijau kupas dapat dibeli di pasar tradisional tertentu misalnya Pajak Beruang dan selalu ada di Berastagi Supermarket.
This cake is popular amongst Chinese, because of its meaning though everyone loves it. The normal cake is made of glutinous rice flour, sweet potato and red food colouring. But this time I use pumpkin instead, it taste better as well as gives an interesting colour.
Here is the compilation from wikipedia :
Red tortoise cake (Chinese: 紅龜粿; Pe̍h-ōe-jī: Âng-Ku-Kóe) is a small round or oval shaped Chinese pastrywith soft sticky glutinous rice flour skin wrapped around a sweet filling in the centre.[1][2] It is molded to resemble a tortoise shell and is presented resting on a square piece of banana leaf. As suggested by its name, red tortoise cakes are traditionally red in color and has a sticky chewy texture when eaten.[3] Red tortoise cakes are shaped like tortoise shells because the Chinese traditionally believed that eating tortoises would bring longevity to those who are eating it and bring about good fortune and prosperity.[4][5] Considered to be auspicious items, these sweet pastries are especially prepared during important festivals such asChinese New Year as offerings to the Chinese deities.
Red tortoise cakes are also prepared for occasions that are culturally important to the Chinese such as a newborn baby's first month or birthdays of the elderly. Eating red tortoise cakes during these times are meant to represent blessings for the child and longevity for the elderly.[4][6] In modern times, red tortoise cakes continue to be important food items during Chinese festivals in many countries such as Singapore, Malaysia, Indonesia, China and Taiwanand southern Thailand provinces such as Phuket,Phang-Nga and Trang. However, eating red tortoise cakes in these countries is no longer restricted to special occasions for red tortoise cakes are also commercially available in many pastry shops and bakeries.
There are two main components in red tortoise cakes, the skin and the filling. The skin is made mostly from glutinous rice flour and sweet potato whereas the fillings are made from precooked ingredients such as mung bean or grounded peanuts and sugar. After kneading and molding the ingredients together, the red tortoise cakes are steamed on a piece of banana leaf. In countries such as Singapore, these pastries are popular snack items and are especially popular with children because of their sweet and savory taste. In fact, many bakeries in Singapore have created red tortoise cakes in a variety of assorted flavors, including jelly and red bean, to cater to all tastes and preferences.

Untuk Kulit / For the skin

170 gr labu kuning yang telah dikupas, dipotong, dikukus dan dihaluskan
170 gr peeled  pumpkin, diced, steam and mashed

170 gr tepung pulut (ketan)
170 gr gelatinous rice flour

2 sdt gula
2 tsp sugar

1/2 sdt garam
1/2 tsp salt

60 gr sari santan (santan tanpa air)
60 gr thick coconut milk

Cara membuat / Preparation

Campur semua bahan sampai rata. Adonan ini agak lengket. Masukkan ke plastik simpan dalam kulkas sekurangnya 2 jam. Adonan akan memadat dan mengeras sehingga bisa dibentuk.
Mixed well all ingredients. This mixture is sticky and soft. Put this dough in a plastic bag in the fridge for at least 2 hours. The dough will be solid and hardened

Make balls, approximately 25 gr each
Buat bola-bola, kira-kira masing-masing 25 gr.

Untuk isi  / For the filling


160 gr kacang hijau kupas
160 gr split mungbeans

200 ml air
200 ml water

115 gula putih
115  granulated sugar

70 ml minyak
70 ml oil

1 pandan leaf
1 lembar daun pandan

tepung beras untuk taburan
rice flour for dusting

minyak untuk olesan
oil for glazing

daun pisang untuk alas
banana leaves 

Cara membuat / preparation

Rendam kacang hijau sekurangnya selama 2 jam, tiriskan
Soak the split mungbeans, at least 2 hours, drain

Didihkan air, masukkan kacang hijau dan pandan,  rebus sampai lembut dan air mengering, jika sudah kering tapi belum lembut tambahkan sedikit air.
Bring the water to a boil, add the split mungbeans and pandan leaf, boil until soft and the water completely reduced, if the water has gone dry yet the beans is still hard, add some more water.


Ambil daun pandan kemudian haluskan kacang (boleh digunakan hand blender)
Take the pandan leaf then blend to a smooth paste (use hand blender is more practical)


Campurkan kacang hijau giling, minyak dan gula kemudian masak dengan api besar sampai mengental, kalis dan mengkilat, aduk terus supaya tidak gosong.
Mix well the mungbean paste, oil and sugar. On high heat cook and constantly stir (to avoid burnt )the mixture until thickened and shiny 

Biarkan dingin, adonan akan bertambah padat.
Leave the paste to cool

Buat bola-bola, kira-kira masing-masing 20 gr.
Make balls approximately 20 gr each.

Membuat Kue ku /  to assemble the cake

Taburi cetakan dengan tepung beras.
Dust the mould lightly with rice flour

Potong daun pisang kotak-kotak sesuai ukuran kue dan sedikit olesi dengan minyak
Cut banana leaves in to squares and grease lightly with oil

Tekan adonan kulit sebesar diameter 6 cm
Flattened the skin dough about 6 cm in diameter

Letakkan isi ditengah kulit kemudian bungkus dan bentuk menjadi bola kembali sampai halus permukaannya.
Put the filling in the middle and wrap around with the skin dough, make a smooth ball.

Letakkan bola ke dalam cetakan dan tekan sedikit tapi kuat, supaya gambar pada cetakan nampak
Place the ball into the mould and press lightly but firm to get the mark of the mould

Untuk mengeluarkan kue ku, ketukkan cetakan pada permukaan yang keras di atas daun pisang yang diletakkan dibawahnya.
To remove the kue ku, knock the mould on a hard surface and place banana leaves underneath. 

Didihkan air dalam kukusan, masukkan kue ku yang telah dicetak, kemudian kecilkan api, maska selama 5 - 6 menit.
Bring water to a big boil in a steamer, put the kue ku, turn the heat down immediately, continue cooking for 5 - 6 minutes

Keluarkan kue ku dari kukusan, kemudian olesi dengan minyak agar tidak kering dan mengkilat.
Remove kue ku from the steamer, glaze with oil to keep the skin moist and shiny.