Thursday, 24 January 2013

Home Made Bun ( Roti Burger )



My son, like many children, love McDonald burger and even KFC chicken burger.....well it is time to have a healthier burger....home made burger. I started by learning on you tube and google how to make  good burger buns. Besides I got oven gloves and apron from one of our relative for my Christmas present, that inspire me to do more baking. Many thanks Carole.....

I have tried some recipe, but this recipe that I adapted from many recipes makes very good buns, soft as well as nutritious.

Ingredients  / yand diperlukan

240 ml lukewarm water
      air hangat

50 gr butter
      butter       

1 large egg
     telur

420 gr  high protein Flour
   tepung berprotein tinggi (saya pakai tepung cakra)

20 gr wheat bran
     wheat bran (beli di Mr Ben )

1 tbsp sugar
     sdm gula

1 1/4 tsp salt
      sdt garam

1 1 gr ( 1 sachet) instant dry yeast
      1 bungkus instant yeast, (saya pakai fermipan)

50 gr  butter, melted for brushing
      butter dilelehkan untuk olesan


1) Mix and knead all of the dough ingredients — by hand, mixer, or bread machine — to make a soft, smooth dough.
Campur dan uleni semua bahan, dengan tangan, mixer atau bread machine (saya pakai kitchen aid, lebih praktis), sampai menjadi adonan yang lembut dan halus.

2) Cover the dough, and let it rise for 1 to 2 hours, or until it's nearly doubled in bulk.
Tutupi adonan dengan kain lembab dan biarkan mengembang selama 1 - 2 jam atau sampai berukuran dua kali lipat dari adonan semula.

3) Gently deflate the dough, and divide it into 12 pieces ( or you can divide into 8 for bigger buns). Shape each piece into a round ball; Place the buns on a lightly greased  baking tray, cover, and let rise for about an hour, until noticeably puffy.
Kempeskan adonan dan bagi menjadi 12 potong (kalau bisa sama besar....boleh juga ditimbang kalau anda perfectionis), Tapi kalau ukuran mau lebih besar (sebesar yang di Mc Donald bagilah menjadi 8 ). Bentuk masing-masing bagian menjadi bola-bola, kemudian letakkan di baking tray yang telah diminyaki. Dan biarkan mengembang sekali lagi selama 1 jam atau sampai tambak benar-benar mengembang


4) Brush the buns with about half of the melted butter. (Brushing buns with melted butter will give them a soft, light golden crust. Brushing with an egg-white wash (1 egg white beaten with 1/4 cup water) will give them a shinier, darker crust. For seeded buns, brush with the egg wash; it'll make the seeds adhere)
Olesi roti denan 1/2 bagian dari butter yang dicairkan. ( Olesan butter cair, akan membuat kulir roti lembut dan berwarna keemasan. Untuk roti yang ditambahi biji-bijian, misalnya wijen, poppy seeds atau flax seeds, olesi dengan telur supaya biji lebih melekat.

5) Bake the buns in a preheated 180°C oven for  18-20 minutes, or until golden. Remove them from the oven, and brush with the remaining melted butter. This will give the buns a satiny, buttery crust.
Panggang roti di oven yang telah dipanasi sebelumnya  180°C selama  18-20 menit atau sampai berwarna kekuningan. Keluarkan dari oven dan olesi dengan sisa butter (akan membuat kulit roti mengkilat)

6) Cool the buns on cooling rack.
 Dinginkan diatas cooling rack
.





Monday, 21 January 2013

Old Fashion Fried Rice ( Nasi goreng kampung )



We eat "nasi goreng" fried rice any time of the day, breakfast, lunch and dinner. Restaurants will make their own version of nasi goreng as it is very versatile, the creation of nasi goreng is limitless. You can use vegetable or seafood for mixture but the paste to make it is almost the same, consist of shallots, garlic and chilli. But this particular recipe, I think is the oldest and the most basic one.
The condiment usually is plain omelette and salted fish....really is what you fancy.

Tidak perlu dijelaskan detailnya....yang pasti hampir semua orang menyukai nasi goreng. Nasi goreng dihidangkan kapan saja pagi, siang atau malam. Tapi dulu-dulunya, dikampungku (Malang) nasi goreng dibuat pagi hari untuk sarapan, sekalian menghangatkan nasi lebihan kemarin malam. Tapi sekarang banyak variasi yang kita buat sehingga menarik dan sesuai disantap kapan saja. 

Saya membuat post nasi goreng kampung ini ( saya percaya hampir semua pembaca dapat membuatnya sendiri), sambil mengingatkan betapa nasi yang sederhana ini sebenarnya sangat lezat dimakan. Saya suka rasa pedasnya. Mari kita masak nasi goreng....

Ingredients / bahan yang dibutuhkan

2 bowls of cook rice (for two portions)
   mangkok nasi masak

2-3 tbsp cooking oil
   sdm minyak goreng

The paste / bumbu halus

6 shallots
   bawang merah

2 cloves garlic
   siung bawang putih

10 green eye bird chili (this recipe is hot, even for my standard
   cabai rawit hijau (silahkan kalau mau mengganti dengan merah)

1 tsp shrimp paste
   sdt terasi

salt to taste
Garam secukupnya

Method  / cara memasak

Sautee the paste till fragrant and ready
Tumis bumbu hingga harum dan masak.

Put the rice in and stir well until the paste is incorporated with the rice.
Masukkan nasi dan aduk rata, sampai semua bumbu menyatu dengan nasi

Taste the salt.....now it is ready to serve the condiment of your choice.
Rasakan garam..., nah...sekarang sudah bisa dihidangkan dengan lauk pilihan anda.


Sunday, 20 January 2013

Cetakan Kue tradisional Part 1 ( traditional cake mould)


Sudah lama saya ingin membuat foto untuk cetakan kue-kue tradisional, agar dikemudian hari bisa menjadi referensi. Saya akan membuat beberapa seri. This is just a start.

Cetakan ini bisa didapatkan di toko-toko bahan kue di kota anda. Untuk kota Medan bisa dicoba di cari di toko Sari ( Pajak Pringgan), Pajak Sambas (hanya ada 2 toko, coba kedua-duanya), toko A Cai Jaya di jl Brigjen Katamso dan tentu saja di beberapa toko di Petisah. 











Thursday, 17 January 2013

Saksang Daging Sapi (Batak style spicy minced beef)





Saksang adalah masakan Suku Batak, selalu disajikan di acara-acara adat. Tradisionalnya saksang menggunakan daging babi dan darahnya sebagai salah satu bumbu pokoknya.

Bagi yang ingin merasakan masakan tetapi yang halal, ayam kampung dan daging sapi dapat digunakan sebagai alternatif demikian juga penggunaan hati ayam sebagai pengganti darah, agar dapat menyerupa warna dan rasa aslinya.

Resep dibawah ini saya masak beberapa hari lalu. Rasanya sangat lezat (hanya dimakan dengan nasi hangat....yummmmm) tetapi warnanya lebih muda.



BAHAN / Ingredients
  1. 3 sdm kelapa parut, sangrai sampai kering dan berwarna gelap (tidak gosong, giling sampai halus dan berminyak))
  2. 3 sdm minyak, untuk menumis
  3. 3 buah hati ayam, dihaluskan atau dipotong kecil-kecil.    (ini adalah pengganti darah yang secara tradisional digunakan sebagai bumbu tapi kalau tidak suka, bisa diabaikan)
  4. 5 lembar daun jeruk
  5. 1 jeruk nipis
  6. 500 gram daging sapi, potong kecil sebesar dadu (saya pakai daging bagian betis)
  7. 500 ml air
  8. 1 batang serai dimemarkan
Bumbu yang dihaluskan / The paste
  • 8 butir bawang merah
  • 2 sdm andaliman
  • 1 sdm ketumbar
  • 1 sdt merica
  • 5 siung bawang putih
  • 10 buah cabai keriting
  • 6 buah cabai rawit
  • 3 cm jahe
  • 2 cm lengkuas
  • 2 cm kunyit
  • 1 batang serai, di potong-potong
  • 2 sdt garam


 CARA MEMBUAT / Method
  1. Tumis bumbu halus, daun jeruk, dan serai sampai matang.
  2. Masukkan daging sapi, aduk sampai berubah warna. 
  3. Sementara itu haluskan hati ayam yang diberi jeruk nipis.
  4. Tuangkan air, masak sampai air berkurang setengahnya. Masukkan campuran kelapa sangrai dan hati.
  5.  Masak sampai daging empuk dan kuah habis. Angkat, sajikan atau lebih enak disajikan keesokan harinya..




Lontong Bakso (Light lunch)



Hujan deras seharian....., pinginnya makan siang yang hangat. Ya.....beberapa hari lalu kami buat lontong (tersimpan di kulkas). Jadi kuputuskan untuk membuat bakso. Voila, jadilah makan siang yang ringan dan hangat...., dimakan dengan sambal cabe rawit hmmmmm.......nikmatnya makan siang!






Cara membuat lontong dan bakso sudah ada di post terdahulu.... hanya saja yang perlu saya jelaskan adalah dalam pembungkusan lontong. Untuk mendapat warna hijau dipermukaan lontong, gunakan bagian daun yang berwarna gelap dibagian dalam dan bagian yang berlilin di sebelah luar....kebalikan dari biasanya sewaktu menggunakan daun pisang untuk membungkus,

Di Medan banyak dijual lontong yang sudah jadi...., beberapa pedagang menggunakan bahan additive untuk mendapatkan warna hijau sekalian berfungsi sebagai preservative.

Jadi kalau sempat buatlah lontong sendiri, apalagi kalau punya pressure cooker.....it'll be done in no time.

Mudah-mudahan post ini, menambah inspirasi menu makan siang kita....



Wednesday, 16 January 2013

Roti Susu (Enrich Wheat Bran Bread)





Hari Sabtu, buka-buka kulkas kalau ada cukup roti untuk sarapan hari Minggu pagi ( biasanya sarapan buah dan oats)..., ternyata roti tinggal sedikit. Pergi ke Restoran langganan (Rolland) untuk beli German bread..., ternyata lagi gak buat, jadilah berniat membuat roti. Roti susu ini tidak seberat roti biasanya tapi cukup kaya serat dari wheat bran..... Jadinya enak sekali.... apalagi masih hangat-hangat dimakan hanya pakai butter saja......mmmmmm
Ingredients / bahan yang dibutuhkan

480 gr  of high protein flour ( or just use all purpose flour)
         tepung berprotein tinggi
50 gr of wheat bran
         wheat bran (kalau anda tinggal di Medan, wheat bran dapat di beli di toko Mr. Ben, Jl Muara Takus)
11 gr (1 sachet )  of instant dry Yeast
        Yeast (saya pakai fermipan)
40 gr  of Granulated Sugar
        Gula putih
1 tsp of Salt
        Sdt garam
370 ml of Milk, slightly warm
        susu, dihangatkan
75 gr of  Butter
       Butter (saya pakai salted butter, tapi kalau suka unsalted butter silahkan saja)
2 Egg Yolks
      kuning telur


Method / Cara memasak

1) In a small saucepan, add the milk and butter and warm it just enough until the butter melts

Panaskan susu dan butter, sampai semua butter meleleh (tidak mendidih)

2) In the bowl of a standing mixer fitted with a dough hook, add the warm butter and milk mixture and sprinkle the yeast over the top. Set aside for 10 minutes. 

Saya memakai standing mixer Kitchenaids (classic....fantastic little gadget) dan jika anda memakai standing mixer juga...., masukkan campuran susu dan butter ke dalam mangkok mixer lalu tambahkan yeast. Biarkan selama 10 menit.
   

3) To the yeast mixture, add the flour, sugar, egg yolks and salt and mix with the speed on low or no 1 just until the flour is incorporated.

Setelah 10 menit, tambahkan kedalamnya tepung, gula, kuning telur dan garam, gunakan dough hook untuk mengaduk. Gunakan kecepatan rendah atau no 1 sampai seluruh bahan bercampur rata.

4) Increase the speed to no 2  or medium and knead the dough for about 5 to 7 minutes

Naikkan kecepatan menjadi medium atau no 2, dan biarkan bekerja kira-kira 5-7 menit.

5) Put dough in another bowl (Lightly grease  with some olive oil)

Masukkan adonan kedalam mangkok lain (minyaki bagian dalamnya dengan minyak, kalau ada gunakan olive oil)




6) Cover the bowl with plastic wrap or kitchen towel and place it somewhere warm for about an hour or until it has almost doubled in size. 

Tutupi mangkok dengan plastik atau kain lembab dan letakkan ditempat yang hangat selama 1-2 jam atau sampai adonan berukuran dua kali lipat.
7) I put 2/3 of the dough in a bread mould (lightly greased) and use the rest for bread roll (I made 6 bread roll). As for the dinner roll put them on baking tray. Grease both the top and sides of the dough and the baking tray with a little oil and sprinkle with wheat bran. 

Saya ambil 2/3 bagian adonan kedalam cetakan roti (sedikit diminyaki) dan sisanya saya buat menjadi bread roll ( menjadi 6 ). Letakkan bread roll di atas talam panggang. Minyaki talam panggang dan permukaan roti dengan sedikit minyak kemudian taburi adonan dengan wheat bran. 

8) Cover the dough  with a damp kitchen towel

Tutup adonan dengan kain lembab.

9) Allow them to sit in a nice warm place for about an hour or until they are about one and half times bigger than the original size.

Biarkan adonan mengembang ditempat yang hangat kira-kira satu jam atau ukuran menjadi 1.5 lebih besar dari ukuran awal.

10) Meanwhile, preheat the oven to 180 C and position one of the oven racks into the center of the oven.

Sementara itu panaskan oven 180 C ( karena oven saya tidak ada ukuran suhunya, saya beli "thermometer oven" di Ace Hardware, sangat berguna kalau kita sering memasak menggunakan oven) atau panas sedang,

11) Once the rolls and the bread have risen, bake them for about 20 to 25 minutes or until golden brown.

Setelah adonan mengembang, masukkan ke dalam oven selama 20 -30 menit atau sampai kekuningan (kenali oven anda..., semua oven berbeda)

12) Once the bread is ready remove from the baking tray and put them on cooling rack.

Setelah roti masak, keluarkan dari cetakan dan talam panggang, letak kan dalam cooling rack sampai cukup dingin. 




Saturday, 12 January 2013

Champagne and Fruit Jelly (Jelly Champagne dan buah)




We had  some good friends over for dinner. and we had roast  duck breast for main course. It was cooked to perfection the skin was crispy and the middle was pink. My mother in law and I worked together and we were very happy as the main course turned out right. It was delicious, tender and rich.

So the choice of making Fizzy Drink Fruit Jelly as dessert was just right after a rich main course. It was refreshing and clean the palate. The other reason of choosing this dessert is because it is simple  and take no time at all as well as foolproof.

Here is the ingredients / bahan yang diperlukan

4 tsp gelatine or 1 sachet
    sdt gelatin atau 1 sachet

140 ml elderflower cordial (home made last summer) or rose water
    elderflower cordial atau rose water atau rasa spa saga yang and a suka....markisah? melon.? sillahkan mencoba

2 tbsp of caster sugar
    sdm gula

420 ml of fizz (sweet fizzy white wine, she made with prosecco or champagne)
    anggur putih manis...mertuaku pakai prosecco atau champagne, tapi kalau tidak mau pakai alkohol, mungkin bisa diganti dengan Sprite.
   
Method / Cara membuatnya

Put fizz, cordial and sugar in a pan, sprinkle on the top the gelatine, let it melt
Dalam panci masukkan minuman (yang berkarbonat) pilihan anda, syrup pilihan anda dan gula kemudian taburkan gelatin diatasnya. Biarkan sebentar sampai gelatine larut.

Put the pan on low medium heat, keep stirring until the sugar and gelatine completely  dissolves, set aside for 10 minute
Panaskan panci dengan api kecil-sedang, aduk-aduk terus sampai semua gula dan gelatine benar-benar larut. Biarkan dingin kira-kira 10 menit.

Meanwhile, fill the individual glass 1/2 full  with the mix fruit. Use any fruits of your choice except pineapple and Kiwi because the gelatine won't set....!!!. We used seedless red and green grapes and blueberry.
Sementara itu, isi gelas setengah penuh dengan buah pilihan anda, kecuali buah kiwi dan nenas karena gelatine tidak akan set (mengeras). Kami menggunakan anggur hijau dan merah tanpa biji dan blueberry.
Pour in the liquid into the glass. Let it set in the fridge overnight before serving
Masukkan minuman ke dalam gelas. Masukkan ke dalam kulkas dan biarkan satu malam supaya set mengeras (set)





Thursday, 10 January 2013

Duck egg Custard ( Puding telur bebek)






In the Uk duck egg isn't used much for cooking we used it a lot in Indonesia, specially for salted egg ( my favourite),  curried egg even for ommelette. We were given half a done of duck eggs, and we decided to make custard. So I found this recipe (adapted from : rutabagaranch.wordpress.com) ....and yes it is richer than ordinary egg custard. It's worth a try.

Bagi yang suka atau seeing membuat creme caramel boleh juga dicoba resep dengan telur bebek, hasilnya lebih enak...



 ingredients / bahan yang diperlukan
5 duck eggs, beaten
   telur bebek, kocok dengan garpu
85 gr  sugar
    gula putih
450 ml single cream
    ml single cream, dapat diganti dengan whip cream
720 ml full cream milk
    ml full cream milk
2 tsp vanilla extract
   sdt vanilla extract
1/2 tsp salt
   sdt garam

Method / cara membuat
Mix the above ingredients
Campur semua bahan diatas
In a sauce pan warm the cream, milk, vanilla extract and sugar until the sugar dissolve. Leave to cool for 5 - 10 minutes
Panaskan cream, susu, vanilla dan gula dalam panci sampai gula larut. Biarkan dingin kira-kira 5-10 menit.
Drizzle the milk slowly into the beaten eggs while stirring, so as not to cook the eggs.
Tuangkan campuran susu perlahan kedalam kocokan telur sambil diaduk, supaya telur tidak menggumpal.

Pass through a sieve 
Kemudian saring
Put into ramekins or other oven-safe cups 
Masukkan ke dalam ramekin dish atau wadah lain yang tahan panas 
Bake in bain marie for  25 -30 minutes on 180 c oven, (depend on the type of your oven)
Beri air dalam baking tray kira-kira 2 cm, masukkan ke dalam oven selama 25-30 menit dengan api kecil-sedang (180 C), atau tergantung jenis oven anda.

 Makes 12 single-serving custard cups.
Kira-kira akan menjadi 12 ramekin dish ukuran sedang.

Silahkan mencoba....





Wednesday, 9 January 2013

Chocolate cup cakes with snow flake icing



Resep ini ku buat awal Desember yang lalu. Kurang lebih ada 50 orang latihan koor dirumah dan sekalian makan siang. Karena lagi semangat masak, semua main coursenya home made mulai dari bakso ayam, Thai green curry, pecal (oh ya peyeknya aku pesan saja...lama sekali mengerjakannya), Tumis udang dan pepaya muda dan ayam masak andaliman. Untuk snack nya ku buat bitter ballen, Ondol-ondol ubi kayu, chicken pie dan chocolate cupcakes (what a mix !). Untuk segar2nya aku buat rujak serut Aceh...., well it took a whole 2 days....!!! to prepare.

I'm not the best baker in the world...., tapi belakangan ini aku benar-benar tertarik untuk belajar baking dan cake decorating....., jadi aku cobalah membuat cupcakes ini setelah berulang-ulang (berjam-jam) menonton you tube "joy of baking".....voila...!!!!...akhirnya jadilah cupcakes ini. Rasa coklatnya benar-benar terasa dan very moist. Untuk icingnya tidak pakai fudge icing seperti resep aslinya, tapi aku pakai fondant yang ready made dan pakai cetakan snow flake biar sesuai dengan tema Natalnya. Kurasa hasilnya cukup menarik. 

Source: http://www.joyofbaking.com/ChocolateCupcakes


Chocolate Cupcakes:

50 gr Dutch-processed cocoa powder
     Coklat bubuk pekat

240 ml hot water
     Air panas

175 gr all purpose flour
     Tepung terigu 

2 tsp baking powder
     sdm baking powder

110 gr  butter, room temperature, or margarine 
     butter, temperatur ruang, atau margarin

200 gr  sugar
    Gula

2 large eggs
     telur

2 tsp vanilla extract
     sdt vanili extract

Methods / Cara Memasak



Preheat the oven190 degree.
Panaskan oven 190 C 

In a small bowl stir until smooth the  hot water and 
the cocoa powder. Let cool to room temperature
Larutkan bubuk coklat dengan air panas aduk sampai rata. Sisihkan sampai dingin.

In another bowl, whisk together the flour, baking powder, and salt.
Campur tepung baking powder dan garam

Then in the bowl of your electric mixer, or with a hand mixer, beat the butter and sugar until light and fluffy.
Kocok mentega dan gula sampai putih  


Add the eggs, one at a time, beating until smooth. Beat in the vanilla extract. 
Masukkan telur satu persatu, kocok sampai halus, masukkan vanili ekstrak


Add the flour mixture and beat only until incorporated. Then add the cooled cocoa mixture and stir until smooth.
Masukkan tepung dan aduk sampai rata. Kemudian masukkan coklat yang telah dingin dan campur sampai halus.


Fill each muffin cup about two-thirds full with batter and bake for about 16 - 20 minutes or until risen, springy to the touch, and a toothpick inserted into a cupcake comes out clean. (Do not over bake or the cupcakes will be dry.)
Isi kertas muffin kira-kira 2/3 penuh  dan masak selama 16-20 menit  (tergantung ukuran kertas muffin) atau sampai naik, dan periksa dengan tusuk sate, jika sudah bersih, pertanda cupcake sudah masak. Jangan terlalu masak, cupcakes akan menjadi kering.


     

Garden Harvest ( Panen hasil kebun )



Kembali dari liburan, back to routine. Kembali ke kebun di belakang, setelah sebulan ditinggal masih ada beberapa jenis sayuran yang bisa dipanen. Ada beberapa jenis sayuran yang tidak umum di Medan seperti daun gedi dan lelem. Sayur ini banyak digunakan untuk masakan khas Sulawesi Utara. Tanaman aku minta dari teman baikku yang berasal dari Sangir...(Thanks Srini), kedua sayur ini tumbuh lebat dihalaman rumahku.

Jadi ini adalah waktu yang baik untuk belajar photography lagi. Agak lain stylenya, aku pakai software gratisan untuk mengedit dan menulis "picmonkey.com", cukup bagus untuk orang belajaran seperti aku. 

Aku kutip beberapa tulisan dari wikipedia untuk menambah kelengkapan informasi.

Masih ada beberapa jenis sayuran yang belum sempat difoto begitu juga dengan beberapa jenis bumbu, segera menyusul.