Sunday, 21 September 2014

Ayam Lelem ( Chicken with Lelem Leaves)



Masakan daging dengan daun lelem adalah masakan khas Manado atau secara umum Sulawesi Utara.  Bumbunya sangat khas Menado, banyak cabe dan daun-daunan aromatik seperti daun jeruk purut, sereh dan tentu saja kemangi. Daun lelem sendiri tidak banyak dijumpai di luar daerah ini, hanya saja kebetulan teman saya memberi tanaman daun lelem (saya google-google nama latinnya, tidak berhasil) dan saya tanam di halaman belakang, sekarang sudah besar. Tanaman ini sangat mudah dibiakkan, hanya melalui stek batang maupun anakan yang akan bermunculan disekitarnya. 

Jika tidak memungkinkan mendapatkan daun lelem, dapat digantikan dengan daun melinjo muda atau kalau anda tinggal di luar negeri bisa diganti dengan curly kale atau savoy cabbage rasanya gak beda jauh, yang penting adalah bumbunya. 

Masakan ini selain enak untuk masakan sehari-hari juga bagus untuk hidangan arisan maupun pesta supaya ada menu baru yang menarik.

This meat dish is originated from Manado (North Sulawesi). It is very hot and aromatic as typical cuisine from this area. Lelem leaves is not easily available out side Sulawesi, you can substitute with young melinjo leaves or if you live abroad use curly kale or savoy cabbage, they taste very similar, the main thing is the seasoning and the paste.


Bahan  /  Ingredients


1 kg ayam, potong-potong kecil, boleh dengan tulang boleh hanya daging (saya memakai daging paha ayam tanpa tulang, potong dadu besar)
1 kg  chicken, cut to in small pieces, with or without bones (I use boneless chicken thigh, cubed)

2 sdt garam 
2 tsp salt

5 jeruk kasturi atau 1 jeruk nipis ambil airnya
5 calamansy lime or Juice of 1 lime

200 g daun lelem yang muda (dapat diganti daun melinjo) iris kasar dan cuci bersih, tiriskan
200 g lelem leaves(or substitute with tip of melinjo leaves, curly kale or even savoy cabbage ), roughly chopped, rinse and drained


2 buah tomat besar, potong dadu
2 large tomatoes, diced

4 sdm minyak goreng untuk menumis
4 tbsp oil for sautéing

200 ml atau lebih kaldu ayam
200 ml or more chicken broth

Minyak untuk menumis
Oil for sautéing 


Bumbu yang dihaluskan  /  the paste


15 butir  bawang merah
15 shallots

5 siung putih
5 cloves garlic

10 buah cabai merah
10 red chilli

10 buah cabai rawit
10 bird’s eye chilli

2 cm  jahe
2 cm fresh ginger

2 batang serai, ambil bagian putih
2 stalk lemon grass, use the white part only

garam secukupnya
salt to taste

Daun bumbu / other leaves ingredients


segenggam daun kemangi, atau secukupnya
a handful of lemon basil, or to taste

2 tangkai daun prei, potong 1 cm
2 baby leeks, cut 1 cm long

8 lembar daun jeruk purut
8 kaffir lime leaves

2 batang sereh, memarkan
2 stalk lemon grass, bruised


Cara Membuat  / Preparation

    Remas-remas ayam dengan air jeruk dan garam. Diamkan 15 menit, untuk melembutkan ayam
    Mix well the chicken, lime juice and salt, set aside for 15 minutes, this is to help to tenderise the chicken

      Tumis bumbu halus dengan minyak panas hingga harum.
      Saute the paste on high heat until fragrant

        Masukkan ayam dan bahan lainnya, aduk sekali, tambah kaldu ayam sedikit-sedikit, lanjutkan sampai daging ayam masak
        Add in the chicken and the rest of ingredients, stir occasionally, add the chicken broth gradually, continue cooking until the chicken and the leaves is done and tender

        Saturday, 6 September 2014

        Traditional Mooncake / Kue Bulan



        Beberapa tahun belakangan ini,  tiap bulan September sampai awal Oktober, di Medan banyak dijual Mooncake atau kue bulan. Saya mencobanya dirumah teman Tianghoa yang menyajikan beberapa macam mooncake. 

        Umumnya orang hanya membeli saja, jarang yang membuat sendiri. Karena kelihatannya sulit, ternyata setelah google-google ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, hanya saja untuk membuat filling (isianya) memang harus membuat sendiri karena tidak tidak tersedia yang sudah jadi.
        Saya meniru resep Traditional Mooncake - nya Christine dengan sedikit perubahan. 

        Ini adalah yang pertama kalinya saya membuat, hasilnya lumayan..., tidak perfect tapi not bad for a beginner. Hanya saja, kalau saya membuat lagi mooncake dengan isi biji lotus, saya akan merubah sedikit cara membuatnya ( saya juga ikut resep Christine's Recipe yang saya modifikasi), dengan merebusnya langsung dengan air mendidih, seperti yang ditulis di blog Kitchen Tigres, karena saya ingin mendapat tekstur yang lebih lunak. Saya membuat dua macam isian, dari kacang hijau kupas (juga dari blog Kitchen Tigres) dan biji lotus atau teratai. Dari homemade filling, saya lebih menyukai kacang hijau, walaupun secara tradisional menggunakan biji teratai.

        Cetakannya saya beli di Pajak Sambas Setelah keliling dibeberapa pasar dan tidak berhasil akhirnya dapat juga di Pajak Sambas. Cetakan ada yang besar dan kecil. Untuk resep yang saya buat ini menggunakan cetakan yang besar.

        The Mid-Autumn Festival is an official harvest festival celebrated by Chinese and Vietnamese peoples.[1][2]The festival is held on the 15th day of the eighth month in the Chinese calendar and Vietnamese calendar, during a full moon, which is in September or early October in the Gregorian calendar, within 15 days to theautumnal equinox.[1]
        The Government of the People's Republic of China listed the festival as an "intangible cultural heritage" in 2006 and a public holiday in 2008.[1] It is also a public holiday in Taiwan. Among the Vietnamese, it is considered the second-most important holiday tradition.
        Mooncake (simplified Chinese月饼traditional Chinese月餅pinyinyuè bĭng) is a Chinese bakery producttraditionally eaten during the Mid-Autumn Festival (Zhongqiujie). The festival is for lunar worship and moon watching, when mooncakes are regarded as an indispensable delicacy. Mooncakes are offered between friends or on family gatherings while celebrating the festival. The Mid-Autumn Festival is one of the four most important Chinese festivals.
        Typical mooncakes are round pastries, measuring about 10 cm in diameter and 3–4 cm thick. This is the Cantonese mooncake, eaten in Southern China in GuangdongHong Kong, and Macau. A rich thick filling usually made from red bean or lotus seed paste is surrounded by a thin (2–3 mm) crust and may contain yolks from salted duck eggs. Mooncakes are usually eaten in small wedges accompanied by Chinese tea. Today, it is customary for businessmen and families to present them to their clients or relatives as presents,[1]helping to fuel a demand for high-end mooncake styles. The energy content of a mooncake is approximately 1,000 calories or 4,200 kilojoules (for a cake measuring 10 cm (3.9 in)), but energy content varies with filling and size. (compiled from Wikipedia)

        Chinese people around the world are gearing up to celebrate harvest and family as part of the Mid-Autumn Festival on Sept. 8.
        The occasion takes place on the 15th day of the eighth month in the Chinese calendar.
        It does not have a set date on the Gregorian calendar, but it always corresponds with a full moon, explains Chinese site Xinhua.
        The second most important festival to Chinese people after the New Year, it is a time in which families meet, have dinner, gaze at the full moon and eat a food known asmoon cake, according to China Highlights.
        It became a three-day festival under Han emperor Wu Di (156 to 87 B.C.), reports the Society for Anglo-Chinese Understanding.
        The history of the Mid-Autumn Festival stretches back over 3,000 years to the Shang Dynasty (1600 to 1046 B.C.), when emperors worshipped the moon in the fall because they thought it would lead to a bountiful harvest.
        Moon worship took the form of sacrifices to the lunar goddess in the succeeding Western Zhou Dynasty (1045 to 770 B.C.) and the practice has continued since then.
        Sacrificial items have included moon cakes, plums, grapes, apples and watermelons.
        But moon cake isn't just sacrificed; families eat it too. It's a food filled with ingredients such as egg yolk, nuts, lotus seed paste and various kinds of bean paste.
        The tradition of consuming moon cake has been traced back to a revolutionary named Chu Yuan-chang, who lived during the Yuan Dynasty (1279 to 1368 B.C.), according to Taipei Times.
        At that time, Chu was trying to lead the Han people in an uprising against the Mongols. He and a co-conspirator, Liu po-wen, told people that a plague was upon them and eating moon cakes was the only way to stop a disaster. The cakes actually held a message which told the Han people that a revolution would take place on the 15th day of the eighth lunar month.
        Today, cakes are packaged in beautiful boxes (which sometimes cost more than the food itself), served with tea and shared by families as part of the festival, China Highlights explains. (Compiled from Huffington Post )

        Ingredients: 

        Untuk kulit / for the skin

        100 gr plain flour
        100 gr tepung terigu (saya pakai segitiga biru)

        60 gr golden syrup, home made or store-bought (In Medan it is available in Mr.Ben)
        60 gr golden syrup, home made atau beli (di Medan bisa dibeli di Mr. Ben)

        ½ tsp alkaline water (aka lye water), 
        1/2 sdt air abu, dapat dibeli dipasar

        30 gr vegetable oil
        30 gr minyak

        Untuk isi / Fillings

        4 kuning telur asin
        4 salted duck egg yolks

        Isi dapat digunakan  kacang hijau atau atau biji lotus
        For the filling use split mungbean puree or lotus seeds pure

        Membuat isi dari kacang hijau dapat dilihat dalam post Kue Ku 
        To make the mungbean filling please refer to my early post Ang Ku Kueh

        Membuat isi dari biji lotus
        To make the lotus seeds filling


        Ingredients: 

        200 gr lotus seeds
        200 gr biji lotus

        200 gr sugar
        200 gr gula

        100 ml vegetable oil
        100 ml minyak

        a pinch of salt
        sedikit garam

        Cara membuat / Method:

        Rinse the lotus seeds and soak for at least 4 hours, or overnight. After the seeds swell, split and remove the germs/cores inside the seeds if any, as they taste bitter.

        Cuci biji lotus dan rendam sekurangnya 4 jam, atau satu malam. Setelah biji mengembang,  buang tunas didalamnya jika ada, karena rasanya pahit.

        Boil the lotus seeds to 15 minutes and then simmer until tender, add hot water if necessary until the seeds are tender (or use pressure cooker)
        Didihkan biji lotus selama 15 menit, lanjutkan memasak dengan api kecil sampai biji lotus lunak, tambahkan air panas jika perlu sampai biji benar2 lunak (atau dapat digunakan pressure cooker)

        Drain the water and transfer into a food processor and grind into a smooth paste. Put some water if necessary. Pass through a fine sieve if you want the finest texture.
        Tiriskan biji lotus dan masukkan ke dalam blender sampai halus, tambahkan air jika diperlukan. Jika menyukai hasil yang lebih halus, bisa digunakan saringan. 


        Use a frying pan, combine the lotus puree and sugar. Cook over medium heat, until the sugar dissolves completely. Add the oil gradually, keep stirring until the oil is incorporated and the lotus puree is thickened. 
        Masak gula dan biji lotus halus dengan api sedang sampai gula benar-benar larut. Tambahkan minyak sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai menjadi adonan kalis.

        Remove from the heat. Set aside and let cool completely. It’s ready to use. 
        Matikan api, sisikan dan biarkan benar-benar dingin. Sudah dapat digunakan.

        Untuk olesan / the egg wash

        1 telur
        1 egg

        1/2 sdm susu
        1/2 tbsp milk

        Method: 

        Aduk rata, golden syrup, air abu dan minyak dalam mangkok
        Mix the golden syrup, alkaline water and oil well in small bowl.

        Saring campuran tepung, dalam wadah. Gunakan spatula atau sendok kayu untuk mencampur, setelah menyatu uleni sebentar menjadi adonan. Tutupi dan sisihkan selama 40 menit.
        Sift  the flour mix flour on a large bowl. Use a spatula to combine all ingredients. Knead into a dough. Cover and set aside to rest for 40 minutes.

        Pisahkan kuning telur asin, cuci perlahan-lahan dengan air kemudian lap sampai kering dengan tissue.
        Separate the salted egg yolk from the white, wash gently with water and wipe dry  with kitchen paper. 


        Panaskan oven 180 C
        Preheat oven to 180 C. 

        Siapkan olesan : kocok  telur dan susu sampai tercampur, sisihkan
        Prepare the egg wash: whisk the egg with the milk, set aside

        Ambil 80 gr isi (kacang hijau atau biji lotus), bentuk seperti bola, pipihkan dan letakkan kuning telur ditengahnya dan bungkus, hingga menjadi seperti bola. Tekan-tekan sedikit supaya padat. 
        Take 80 gr of filling and shape into a ball, flatten a little bit, put the egg yolk in the middle and wrap it around to shape a ball. Gently press it to avoid any air pocket.

        Ambil 50 gr adonan kulit dan bentuk seperti bola. Letakkan diantara dua lembar plastik atau bisa gunakan cling film dan kemudian giling dengan ketebalan 2 -3 mm kira-kira 12 cm diameternya atau cukup besar untuk membungkus isi.
        Take  50 gr of skin dough and shape into a ball. Put the dough ball between two plastic sheets or you can use cling film and then roll to a disc 2-3 mm thick, around 12 cm diameter or just  big enough to wrap around the filling

        Sekarang bungkus isi dengan kulit, sedikit ditekan agar tidak ada gelembung udara.
        Now wrap the filling ball with the dough disc, gently press it to avoid any air pocket

        Letakkan moon cake kedalam cetakan dan langsung letakkan di atas loyang yang  telah dialasi kertas roti, Sedikit tekan tapi agak kuat pegangan cetakan, kira-kira cukup untuk mendapat bentuk gambarnya.
        Place the moon cake into the mould and put it straight into a lined baking tray, lightly press (but firm) the mould spring, enough pressure to make the pattern. 
        Ulangi proses ini sampai adonan habis.
        Repeat this step to finish the remaining dough

        Olesi moon cake dengan telur.
        Brush the moon cakes with the egg wash

        Panggang dalam oven yang telah dipanaskan, kira-kira 15 menit. Olesi sekali lagi mooncake dengan telur kira-kira 5 menit sebelum dikeluarkan dari oven (masak). Lanjutkan memanggang sampai kulit tampak kecoklatan dan mengkilat. Keluarkan dari oven dan dinginkan.
        Bake in the preheated oven for about 15 minutes. Brush the moon cakes once again with egg wash, at about 5 minutes before removing from the oven. Continue to bake until the pastry turns golden brown. Remove from oven and let cool.

        Simpan dalam tempat yang kedap udara. Kulit akan menjadi lembut dan makin mengkilat setelah dua atau tiga hari.
        Store in an air-tight container. The pastry will become soft and shiny the next day or two days

        Monday, 1 September 2014

        Durian Pancake




        Sejak ada Durian Ucok, durian dapat dibeli kapan saja di Medan, seperti tidak ada musim, tapi sejak bulan Agustus, durian benar-benar banjir. Dimana-mana tampak tumpukan durian dan dapat dibeli dengan harga yang lumayan rendah. Kesempatan baik untuk membuat pancake durian.

        Selain bika ambon dan lapis legit, Medan juga terkenal dengan pancake duriannya. Pertama sekali saya merasakan pancake durian ini adalah restaurant Taipan, di Capital Building, walaupun saya tidak terlalu nge fans durian, saya rasa pancake durian yang paling enak adalah dari restauran ini. 

        Yang membuat pancake durian ini berbeda dengan pancake lain adalah di kulitnya dan cara membungkusnya. Tidak seperti dadar gulung biasa, bagian luar adalah bagian halus dari kulit, cara membungkusnya juga berbeda, lebih sederhana. Umumnya kulit berwarna kuning ataupun hijau. Untuk mendapat warna yang bagus umumnya orang menggunakan pewarna, tapi saya cukup puas dengan warna kuning dari kuning telur dan warna hijau dari pandan.  Sedang isinya adalah daging durian dan krim. Sebaiknya digunakan non dairy cream karena tidak mudah meleleh seperti whip cream lainnya.

        Sudah lama saya ingin membuat pancake durian, sudah cari resep dari google begitu juga sudah mencoba  resep teman dan saudara (pinginnya buat kulit pancake durian seperti yang di Taipan, kulitnya lembut dan kering tidak berminyak). Setelah mecoba beberapa resep akhirnya inilah yang saya pakai. Adonan ini memang encer, tujuannya supaya permukaan benar-benar halus. 

        Tidak mudah membuat kulit yang perfect, coba-coba mengatur besar api hingga didapat panas yang diinginkan begitu juga banyaknya adonan, karena akan mempengaruhi ketebalan kulit. Cobalah beberapa kali sampai didapat kulit yang anda inginkan, setelah itu semuanya mudah.

        Durian pancake ini dapat di simpan dan dibekukan. Keluarkan dari freezer beberapa waktu sebelum dihidangkan. Di Medan banyak yang menjual durian pancake beku salah satunya adalah Durian House, untuk dibawa sebagai oleh-oleh.


        Bahan Kulit / The pancake

        100 gr tepung roti 
        100 gr all purpose flour

        50 gr tepung gula
        50 gr icing sugar

        3 butir telur
        3 eggs

        400 ml air atau air pandan atau susu cair
        400 ml water or pandan water or full cream milk

        20 gr mentega, dilelehkan
        20 gr butter or margarine, melted

        1/2 sdm maizena
        1/2 tbs corn starch

        2 Durian ukuran sedang, ambil dagingya, haluskan dengan hand blender
        2 Medium size durian, remove the stones, creamed with a hand blender

        100 ml non dairy cream, kocok sampai kaku
        100 ml non dairy cream, whisk until stiff


        Cara membuat / Methode and preparation

        Aduk semua bahan sampai menyatu dan tidak ada gumpalan atau kocok  dengan hand blender kemudian saring, agar didapat adonan yang halus.
        Mix well all ingredients avoid any lumps or use hand blender, then pass though a strainer again this is to make a sure a smooth batter

        Panaskan wajan teflon (ukuran 20 cm) yang telah dioles dengan sedikit minyak, dengan api kecil
        Lightly wipe a nonstick pan ( 20 cm) with oil and put over low heat

        Masukkan 1 sendok makan saji atau kira-kira 50 ml atau sesuai dengan ukurang yang anda inginkan
        Put one small ladle full of the batter or approximately 50 ml or the size of your choice.

        Masak semua adonan sampai habis dan biarkan dingin
        Repeat the process until the batter is finish, set aside to cool


        Letakkan 1 sendok teh krim di atas bagian kulit yang kasar, kemudian letakkan 1 sendok makan daging durian yang telah diblender diatasnya.
        Put (spread a little bit) one tea spoon whipped cream on the middle of the skin (on the rough part), then add one tablespoon full of durian on top.



        Bungkus isi, lihat gambar…
        Wrap the filling, see the picture….


        Siap disajikan, atau dapat disimpan dalam kulkas selamat 3 hari.
        Ready to serve, or will keep in the fridge for 3 days.







        Saturday, 26 July 2014

        Palmiers / Biskuit Palem Renyah


        Walaupun biskuit ini aslinya dari Perancis, tapi mudah kita jumpai di Supermarket dimana-mana di Indonesia. Dulu ini adalah biskuit favorit saya sewaktu anak-anak. Rasa butter, manis dan gurihnya masih terkenang-kenang, apalagi beberapa bulan lalu saya diberi oleh-oleh Palmiers dari sana.....yum yum. Jadinya kepingin buat sendiri.

        Setelah searching dan membandingkan beberapa resep di internet (ternyata tidak sulit), akhirnya diputuskan untuk mencoba resepnya di christinesrecipe, dengan sedikit modifikasi dan hasilnya sangat memuaskan, terbukti dengan seisi rumah menyukainya.....

        Palmiers seharusnya dibuat dengan puff pastry yang hanya menggunakan butter sebagai bahan utamanya, karena memang rasa utama dari palmiers adalah butter. Sudah keliling beberapa Supermarket mencari "all butter puff pastry" tidak berhasil, hampir semuanya menggunakan margarine dan vegetable oil, sedangkan untuk membuat puff pastry sendiri beberapa kali belum juga berhasil, akhirnya disiasati dengan mengoleskan butter yang dilelehkan beberapa kali. Cara ini sangat meningkatkan rasa, aroma dan tampilan, terutama olesan terakhir yaitu campuran madu dan butter. Jika ingin menambah jumlah gula dan butter silahkan, karena resep ini tidak terlalu manis.

        Biskuit ini enak dihidangkan sebagai teman minum kopi dan teh gunakan ukuran seperti yang saya buat, tetapi jika untuk hidangan Hari Raya atau Natal, mungkin lebih baik dibuat agak kecil.

        Jika anda tinggal di Medan, puff pastry dapat di beli di Berastagi Supermarket dan Mr. Ben. 


        Bahan - Bahan / Ingredients

        1 bungkus puff pastry siap pakai
        1 ready made puff pastry 

        4 - 5 sdm gula kastor (kalau tidak ada gunakan gula putih yang agak halus)
        4 - 5 tbsp caster sugar

        20 gr mentega dilelehkan
        20 gr melted butter

        1/2 sdt kayu manis bubuk (optional)
        1/2 tsp cinnamon powder (optional

        1 sdm madu
        1 tbsp runny honey

        Cara membuat / Method

        Saring atau tabur 2 - 2.5 sdm gula diatas meja kerja, letakkan puff pastry di atasnya dan giling sedikit agar gula melekat.
        Sift or sprinkle about half of the sugar over your workstation, put the pastry on top and roll out gently to make the sugar adhere. 


        Oleskan mentega di atas pastry kemudian taburkan sisa gula bersama kayu manis bubuk 
         Brush melted butter on pastry then sprinkle the rest of the sugar and cinnamon powder over the pastry.


        Lipat bagian memanjang sebelah kanan dan kiri dan kanan kira-kira 1/4 bagian. Lipat lagi keduanya sampai bertemu ditengah dan bersentuhan (rapat), tekan lagi sedikit di kedua sisi. Dengan menggunakan kertas pembungkus istirahatkan pastry  dalam kulkas sekurangnya 30 menit.
        Fold up the left and right vertical side inward,  at about 1/4 of the pastry. Fold both sides that meet at the center and touch with each other, press the two sides together gently. Using the same wrapping paper, chill the pastry  for at least 30 minutes in the fridge. 


        Panaskan oven 200 C atau jika oven menggunakan kipas 180 C
        Preheat oven at 200 C or 180 C with fan mode.

        Keluarkan pastry dari kulkas, olesi dengan mentega cair kedua sisinya dan potong setebal 1 cm 
        Take the pastry out of the fridge, brush melted butter onto each side and cut into 1 cm thick strips.

        Letakkan diatas loyang yang dialasi kertas roti (atau pakai loyang non stick). Beri jarak yang cukup diantaranya (biskuit ini akan mengembang selama dipanggang), tekan sedikit bagian atas dan buka sedikit bagian bawah masing-masing biskuit untuk mendapatkan bentuk yang bagus (lihat gambar). Olesi lagi dengan mentega cair.
        Place on baking tray lined with parchment  paper (or use non stick one tray). Leave enough gap between each one ( they will expand during baking), press the top side and open up the lower side slightly of each rolls to produce a good shape ( see pictures). Again brush with melted butter.



        Letakan loyang dibagian tengah oven. Kalau anda mempunyai oven dengan mode kipas, sebaiknya gunakan mode ini karena warna biskuit akan lebih seragam.
        Put the baking tray in the middle of the oven. If you have fan forced mode oven, it is better to use it as the colour will be more even.

        Campur madu dengan sisa mentega 
        Mix well honey and the rest of the melted butter


        Panggang selama 20 - 25 menit ( balikkan setelah setengah jalan) sampai berwarna kecoklatan. Olesi masing-masing biskuit dengan campuran madu dan mentega. Dinginkan beberapa menit, sebelum disajikan.

        Bake for about 20-25 minutes (turning half way), until golden brown. Brush each palmiers with honey mixture Allow them to cool before serving.

        Thursday, 24 July 2014

        Kue Kacang Tanpa Tepung / Flourless Peanut Butter Cookies



        Kue kacang sangat populer di Indonesia, biasa disebut juga kue Skippy, karena biasanya menggunakan peanut butter merek ini sebagai bahan utama. Setelah googling-googling akhirnya saya mencoba resep dari yumly.com (dengan sedikit modifikasi) ini karena mudah dan cepat membuatnya, apalagi tanpa menggunakan tepung. Rasanya enak, sangat terasa kacangnya dan teksturnya sangat lembut tapi renyah.

        Harga skippy di Indonesia lumayan mahal karena diimport. Bisa juga menggunakan peanut butter buatan sendiri caranya dapat dilihat di post Peanut Butter saya sebelumnya, agak banyak kerjaan tapi lebih murah dan enak.

        Peanut butter cookies tidak harus menggunakan coklat chips atau block, boleh juga menggunakan bubuk coklat kira-kira 1 sdm saja untuk resep ini. Kalau mau bereksperimen boleh juga pakai kacang lain, almon atau mente.

        Setelah kue dingin, bagus juga kalau menggunakan kertas cup cake yang kecil sebelum disimpan dalam toples, selain mudah mengambil, bentuk dan keutuhannya tetap terjaga.

        Kue kacang ini cocok sebagai hidangan Hari Raya atau Natal sebagai ganti atau variasi kue kacang resep lama yang biasa kita buat, enak juga sebagai teman minum teh atau kopi sehari-hari. Selamat mencoba.

        Bahan - bahan yang dibutuhkan /  You will need

        300 gr skippy halus atau buatan sendiri
        300 gr smooth peanut butter

        150 gr gula caster, atau gula putih diblender sebentar
        150 gr caster sugar

        75 gr kacang tanah, gongseng atau digoreng, cincang kasar
        75 gr roasted or fried peanut, roughly chopped

        100 gr chocolate chips, (saya pakai chocolate putih dan dark chocolate block kemudian dicincang)
        100 gr semi sweet chocolate, or chocolate block roughly chop, I use white and dark chocolate.

        1 telur, kocok dengan garpu
        1 large egg, loosely beaten

        1/4 sdt garam
        1/4 tsp salt

        1/2 sdt baking soda
        1/2 tsp baking soda

        1/2 - 1  sdt vanilli
        1/2 - 1 tsp vanilla extract




        Cara membuat  /  Preparations

        Panaskan oven 180 C
        Preheat oven to 180 C

        Masukkan semua bahan dalam  dan aduk rata dengan sendok kayu
        In a large bowl, put all the ingredients and thoroughly mix with wooden spoon




        Ambil kira-kira 1 sendok teh, buat bola-bola kira-kira berdiameter 2 - 3 cm tergantung besar kue yang anda inginkan. Letak diatas loyang yang dialasi kertas roti, atau gunakan loyang non stick. Beri jarak, karena kue ini mengembang.
        With  hands, roll dough, about 1 tablespoon into balls of 2 - 3 cm diameters depend on the size of biscuits you prefer. Place on baking tray lined with parchment paper (or use non stick baking tray), apart each other as the biscuits will expand.




        Panggang kue sampai kecoklatan dan mengembang, 9 - 12 menit (putar loyang dari depan ke belakang setelah setengah jalan) 
        Bake until cookies are golden and puffed, 9 - 12 minutes, rotating the tray from front to back halfway through. 




        Dinginkan kira-kira 2 menit sebelum diankat dari loyang dan biarkan sampai benar-benar dingin sebelum disimpan dalam toples atau tempat kue lainnya
        Cool  for a couple of minutes or so before transfer cookies to racks to cool completely before keeping in air tight container.