Showing posts with label photos. Show all posts
Showing posts with label photos. Show all posts

Friday, 14 August 2015

Summer PYO / Petik buah di Kebun


Liburan sudah usai, walaupun sangat menyenangkan, rasanya senang sekali kembali ke Medan, home sweet home. Salah satu kegiatan yang kami lakukan di hampir setiap Summer holiday di North Wales adalah pick your own, petik buah di kebun yang kami petik sendiri kemudian ditimbang dan bayar. Walaupun harga buah nya tidak lebih murah dari harga supermarket per kilonya, tetapi cukup puas juga makan buahnya disana dan memetik buah sendiri ada rasa kenikmatan tersendiri.

Beberapa jenis buah yang ada disini : blackcurrants, red currants, raspberry, strawberry, gooseberry dan cherry. PYO didekat kota kecil kami ini walau besar tapi kurang terawat (hanya bagian cherrynya saja yang rapi ), tapi hari itu sangat cerah dan tidak terlalu panas atau dingin, it was a nice day out setelah beberapa hari bermalas-malasan di rumah. Dari hasil PYO ini saya menyempatkan membuat beberapa jenis jam dan kue






Sebenarnya saya ingin membuat blackcurrant syrup seperti Ribena, tapi akhirnya saya menggunakan semua hasil petik menjadi blackcurrant jam kesukaan suami.




Gooseberry sangat sesuai untuk pembuatan jam karena kandungan pectinnya yang tinggi, tetapi kali ini saya menggunakannya untuk gooseberry fool. Sementara beberapa teman Indonesia yang tinggal di North Wales menggunakannya sebagai sambal gooseberry, rasanya yang asam manis dan tekstur yang menyerupai tomat memang sangat sesuai dan rasa sambalnyapun enak dan khas harumnya.


Hasil petikan raspberry sebagian saya buat jam dan sebagian kami campur dengan muesly untuk sarapan pagi hari.


Cherry adalah favorit saya, sewaktu memetik saya tak sanggup menahan selera jika melihat buah yang matang, sampai panas rasanya perut karena kebanyakan makan. Selain enak dimakan begitu saja, sebagian dari hasil petikan saya buat cherry clafoutis untuk desert makan malam hari itu.




Thursday, 18 April 2013

Garden Harvest 3 ( basil, mint and oregano)

Really these are not tropical plants nor common herbs that we use for Indonesian cooking. But it is a challenge to grow them, so I did have a go and they thrive. 

I use them in my cooking regularly and share some with my friends. 

I do plant thyme, but it is terribly unhappy....., may be Medan is just to humid for it.

Foto-foto ini adalah hasil kebun di belakang rumah, walaupun bukan tanaman tropis dan tidak umum digunakan untuk bumbu masak Indonesia...., tapi saya senang mencoba menanamnya..... dan ternyata mereka tumbuh subur.

Sering juga saya gunakan untuk memasak dan sebagian dibagikan ke teman-teman. 

Ayoooo, siapa yang hobby berkebun ini bisa dicoba....

Oh iya, ada satu lagi yang belum saya ambil fotonya...Thyme, yang satu ini hidup segan mati tak mau mungkin karena iklim di Medan terlalu lembab...., tapi kita tunggu saja.











Thursday, 14 February 2013

Garden Harvest 2 ( Hasil Panen Kebun 2 )


Here are some more vegetable and herbs that I managed to pluck and harvest. Most of the vegetable and herbs are local but I do plant some other herbs (bought the seeds in UK), that survive to grow in tropic (Medan). 




The crimson basil, supposedly all purple ( well it was when they are very young), but they tend to change colour to green....notice the change of the colour, and the flavour are more pungent than what we have back in UK. Will make a nice pesto or just mixed with other salad ingredients. 



Sawi pahit, or chinese mustard leaves is normally boiled and served with sambal belachan. The Chinese and Japanese also preserve them in salt and served them as condiment in many cookings.



Indonesian prepare daun ubi (cassava leaves) in many different ways. In Medan where I live, the popular dish is "Daun ubi tumbuk"...pounded cassava leaves. Gule daun ubi, rebus daun ubi, one of vegetable in Pecal and many more .....dishes.

Monday, 28 January 2013

Membuat Telur Asin ( Making Salted Duck Eggs)



Saya sangat suka telur asin, jadi teringat masa kanak-kanak dulu di Malang. Dulu hampir semua toko dan rumah makan menjual telur asin...., apalagi di terminal bis, banyak dijajakan. Di Medan juga ada di pasar tapi belum dimasak, biasanya dijual masih terbungkus abu padi.

Kepingin membuat sendiri, tapi rasanya kok lebih praktis membuat dalam air garam dari pada dengan abu padi atau tanah liat. Ternyata tak banyak bedanya baik tekstur maupun rasa.

Saya mencoba membuat 15 biji saja dulu sambil bereksperimen dengan lama perendaman. Hasil yang di posting disini adalah perendaman selama 2 minggu. Rasa putih telur : sedang rasa asinnya dan kuning telur masih ada bagian tengah yang belum asin (belum masir)....jadi stay tune untuk perkembangan berikutnya, akan saya coba merebus 2 butir setiap jarak 3 hari dan dibandingkan hasilnya.

Waktu perebusan mempengaruhi tekstur dan keawetan telur asin. Sebaiknya direbus selama 1 - 1.5 jam (saya rebus 1.5 jam), setelah air mendidih, kecilkan saja apinya

Mari mencoba.....

One more of my favourite childhood food, still love them. It is not difficult to make it, just needs patience. We eat just as it is or with warm steam rice, or as a condiment of many Asian dishes.




Bahan yang  dibutuhkan / Ingredients

15     Telur Bebek, kalau bisa cari yang baru, utuh dan tidak retak
          duck eggs, try to get new eggs 

1 kg  garam Kasar 
  coarse sea salt

1.5 L  Air bersih  
  clean water





Cara Membuat  / Method 


Telur bebek dicuci  sampai bersih sambil digosok dengan sabut kawat (wire wool atau amplas) untuk membuka pori-pori cangkang agar garam lebih mudah meresap ke dalam telur. Keringkan.
Wash the eggs and use wire wool to gently score the egg shell, this is  to help opening the pores, doing so...help the salt water absorbed by the eggs. Leave to dry.

Larutkan garam dalam air, boleh sambil dipanaskan kalau sulit larut. Biarkan dingin
Dissolve the salt in the water. You may boil the water. Leave to cool.

Masukkan telur kedalam air garam , tutup dan simpan ditempat yang sejuk dan kering.
Soak the eggs in salt solution, cover the container and keep in cool and dry place

Setelah 2 minggu  atau lebih telur direndam (tergantung keasinan yang diinginkan) telur sudah dapat direbus. 
After 2 weeks or more soaking ( depen how salty you fancy....) the eggs are ready

Rebuslah telur bebek yang telah diasinkan selama 1 - 1.5 jam
Boil the eggs for 1 - 1.5 hour 

Telur asin siap untuk dihidangkan.
ready to serve




Telur bebek setelah direndam 2 minggu,.......
Salted duck eggs, after two weeks





Telur bebek setelah direndam 4 minggu, rasa dan teksturnya lebih enak...
duck eggs after 4 weeks


Thursday, 24 January 2013

Burger Tempe




Today I have some friends coming over for light lunch, some of them are vegetarian. Since ( I think ) I get better making the buns and tempe (fermented soybean cake) is widely available as well as very nutritious. I decided to make mini tempe burger as vegetarian form of beef burger. 

The burgers do taste good and they really enjoy them.

This recipe will make about 20 mini burgers 6 cm wide and 1 cm thick, do half the recipe if you wish to make small amount.

Here is the ingredients / bahan yang di butuhkan

700 gr tempe, pounded
           tempe, tumbuk


1 large onion
     bawang bombay besar, cincang

5 cloves garlic
     siung bawang putih, cincang

1 tsp ground white pepper
     sdt merica bubuk putih

salt to taste
     garam secukupnya

oil enough for sautéing and pan fry 
     minyak secukupnya untuk menumis dan menggoreng

Method / cara membuat

Saute the onion and garlic until fragrant and translucent. Set aside
Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan masak. Sisihkan

Mix well the tempe and sautéed onion and garlic, add  salt and pepper to taste.
Campur rata tempe tumbuk dan bumbu tumis, tambah garam dan merica secukupnya.

Shape the mixture in to a patty, and pan fried until golden and ready.
Bentuk campurang tempe berbentuk bulat pipih, goreng dengan sedikit minyak sampai kekuningan dan masak.

Arrange the tempe burger with sliced tomato and lettuce, or you can add any thing you fancy. Chili sauce? maybe....
Susun burger tempe dengan tomat dan daun salad, atau tambah apa saja, sesuai dengan keinginan anda. Saus cabe?



Wednesday, 9 January 2013

Garden Harvest ( Panen hasil kebun )



Kembali dari liburan, back to routine. Kembali ke kebun di belakang, setelah sebulan ditinggal masih ada beberapa jenis sayuran yang bisa dipanen. Ada beberapa jenis sayuran yang tidak umum di Medan seperti daun gedi dan lelem. Sayur ini banyak digunakan untuk masakan khas Sulawesi Utara. Tanaman aku minta dari teman baikku yang berasal dari Sangir...(Thanks Srini), kedua sayur ini tumbuh lebat dihalaman rumahku.

Jadi ini adalah waktu yang baik untuk belajar photography lagi. Agak lain stylenya, aku pakai software gratisan untuk mengedit dan menulis "picmonkey.com", cukup bagus untuk orang belajaran seperti aku. 

Aku kutip beberapa tulisan dari wikipedia untuk menambah kelengkapan informasi.

Masih ada beberapa jenis sayuran yang belum sempat difoto begitu juga dengan beberapa jenis bumbu, segera menyusul.